BROMO DAN SUKU TENGGER

Salah satu suku yang sudah ada sejak kerajaan Majapahit ini mendiami dataran tinggi sekitar Pegunungan Tengger. Dimana Pengunungan Tengger ini meliputi wilayah Gunung Bromo dan Semeru.  Secara etimologi “tengger” berasal dari Bahasa Jawa yang mempunyai arti tegak atau diam tanpa bergerak.

Penggunungan Tengger sendiri diakui sebagai tempat suci yang menjadi tempat tinggal dari Sang Hyang Widi Wasa, dan hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti Walandhit yang berangka 851 Saka atau sekitar tahun 929 Masehi.

Suku Tengger

Suku Tengger

Asal usul Suku Tengger sendiri berasal dari Rara Anteng dan juga Jaka Seger. Rara Anteng merupakan putri dari Kerajaan Majapahit, saat Majapahit mengalami pergolakan sang putri berlindung di daerah Penanjakan. Rara Anteng diangkat menjadi anak oleh Dadap Putih. Disaat Rara Anteng sedang berlindung, ada pula Jaka Seger yang sedang mengasingkan diri dari Kediri karena kerajaan yang sedang kacau. Selain mengasingkan diri, Jaka Seger juga mencari pamannya yang berada di daerah Gunung Bromo. Kemudian mereka berdua bertemu, saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah.Selama 8 tahun menikah, keduanya belum berhasil memiliki anak. Kemudian keduanya memutuskan bertapa selama 6 tahun dan mendapatkan seorang anak dengan syarat harus dibayar dengan nyawa dari anak bungsu. Tengger sendiri berasal dari nama Rara Anteng dan juga Joko Seger, pengiriman hasil bumi ke Gunung Bromo setiap tanggal 14 Kasada berasal dari pesan anak bungsu yang menjadi syarat.

Terdapat banyak upacara adat yang dilakukan secara rutin oleh Suku Tengger. Mulai dari upacara yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat seperti Pujan Karo, Pujan Kapat, Pujan Kapitu, Pujan Kawolu, Pujan Kasanga, Pujan Kasada dan Unan-unan. Ada juga upacara yang  berkaitan dengan siklus hidup seseorang seperti kelahiran, pernikahan dan kematian. Yang ketiga merupakan upacara adat yang berkaitan dengan usaha pertanian yang biasa disebut dengan Leliwet.

Wisatawan dapat melihat acara peringatan Yadnya Kasada loh! Acaranya meriah karena tidak hanya dihadiri oleh Suku Tengger saja tetapi para wisatawan domestic maupun mancanegara juga. Selain mendapatkan pengalaman menikmati dan melihat adat istiadat Suku Tengger, sobat Trip2us juga dapat menikmati keindahan dari Gunung Bromo sendiri. Bagaimana? Tertarik berlibur ke Gunung Bromo dan melihat keunikan Suku Tengger? Jangan lupa ajak Trip2us !

Ingin Penawaran?