Wisata memang mengundang antusias yang tinggi. Karena dalam kegiatan wisata kita berpikiran untuk bersenang-senang dengan mengunjungi alam yang indah, atau ketempat yang dipenuhi dengan wahana bermain. Dengan begitu dapat meredakan stres yang membenak setelah melakukan berbagai kegiatan aktivitas berhari-hari kebelakang. Karena dengan meluangkan waktu untuk berlibur dapat sejenak dari berbagai tekanan sehari-hari. Tidak menutup kemungkinan kamu dapat berwisata sembari menambah wawasan melalui kejadian yang pernah terjadi di daerah tersebut.

Coba sedikit kita ulas manfaat yang diperoleh apabila melangsungkan wisata sembari berkunjung ketempat bersejarah atau seringkali dikatakan sebagai wisata edukasi. Salah satu manfaat yang diperoleh bahwa dapat menambah wawasan dari peristiwa nyata yang terjadi.

Banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk wisata edukasi di Jogja. Baik dari Museum, peninggalan kerajaan mataram, peninggalan masa penjajahan Belanda dan Jepang bertahun tahun silam, Keraton Ngayogokarto Hadiningrat dan juga Peristiwa merapi 2010.

Tahun 2010 erupsi gunung merapi yang berakibat dusun Petung desa Kepuharjo kecamatan Cangkringan kabupaten Sleman dan beberapa desa di sekitarnya luluh lantah oleh terjangan awan panas.

Kini, beberapa tempat yang menjadi jalur lintas awan panas memberikan cerita yang berarti. Mari kita bahas beberapa tempat yang menjadi saksi bisu erupsi merapi 2010.

  1. Historical Bungker Kaliadem, Merapi

Historical Bungker Kaliadem, Merapi

Historical Bungker Kaliadem, Merapi

Apabila dilihat dari artinya, Bungker merupakan tempat penyimpanan atau tempat persembunyian. Bungker Kaliadem dibuat untuk melakukan pengamanan diri sendiri bagi warga yang ingin menyelamatkan diri dari terpaan awan panas atau wedus gembel ketika erupsi itu terjadi. Bangunan Bungker Kaliadem dibangun pada 2001 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dan diresmikan empat tahun kemudian. Bunker Kaliadem berada di Desa Kinahrejo, Hargoninangun, Kecamatan Pakem, Sleman.

Ketika  berkunjung ke Bungker Kaliadem kamu tak hanya bisa melihat kokohnya bangunan Bangker Kaliadem, karena lokasinya terdapat di radius 4 kilometer kamu bisa bersapa langsung dengan gagahnya Gunung Merapi.

Sebenarnya Bungker Kaliadem sangat cocok dikunjungi dikala Pagi Hari. Karena tempat di sekitar Bunker Kaliadem menyajikan pemandangan yang indah dan memanjakan mata.

  1. History Museum Sisa Hartaku Merapi

History Museum Sisa Hartaku Merapi

History Museum Sisa Hartaku Merapi

Dahulu Museum ini merupakan Rumah Bapak Kimin yang beralamat di Jalan Petung Merapi, Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman. Rumah Bapak Kimin merupakan Rumah yang masih berdiri kokoh dari terpaan ganasnya wedus gembel.

Museum ini mampu gambaran bagaimana dahulu merapi menunjukkan keganasannya dengan mengeluarkan panasnya wedus gembel. membuat pengunjung merasa ngilu membayangkan kembali bencana yang pernah terjadi.

Banyak peninggalan yang ada disana, kita bisa melihat kerangka sapi, bangkai kendaraan sepeda, buku-buku, koleksi piring, foto-foto, peralatan rumah tangga, mesin jahit,televisi mengenai erupsi merapi dan masih banyak barang yang menjadi saksi bisu dan bisa disaksikan secara langsung.

Rumah Bapak Kimin yang kini dijadikan sebagai Museum Sisa Hartaku Merapi ini terdiri dari  beberapa ruangan, ada ruang tamu, 3 kamar tidur, kamar mandi, dapur.

  1. Histor Peninggalan Rumah Alm Mbah Maridjan

Histor Peninggalan Rumah Alm Mbah Maridjan

Histor Peninggalan Rumah Alm Mbah Maridjan

Juru Kunci mempunyai tugas untuk memberi informasi tentang pendakian gunung, memberikan keterangan mengenai suatu yang dilarang, jalur pendakian, penyelamatan dan lain sebagainya. Selain bertugas menjaga gunung dengan terawangan berdasar dengan pengalaman yang ada atau ilmu titen serta firasat yang naluri muncul sejak kecil.  Tugas paling utama dari seorang juru kunci tentu saja memberikan informasi kepada penduduk sekitar bila aktivitas Merapi yang dirasa sudah memasuki bahaya.

Mbah Marijan merupakan sosok yang mendapatkan mandat dari Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat untuk memberikan informasi gunung merapi atau yang disebut sebagai Juru kunci. Dan juga sebagai juru kunci juga melayani dan memberikan sambutan setiap kali keluarga dari keraton dikala sedang melakukan ritual Merapi.

Dilengkapi dengan foto Mbah Maridjan yang sedang tersenyum dengan memangku wajahnya dengan mengenakan songko hitam, ukuran foto tersebut cukup besar. Tentu dengan berbagai cerita yang ada menjadikan lokasi itu selalu menjadi incaran karena kita dapat melihat langsung dimana Mbah Marijan ditemukan sesaat setelah erupsi terjadi.

  1. Historical Kali Kuning

Historical Kali Kuning

Historical Kali Kuning

Kali Kuning dahulu kala menjadi jalur utama dari mengalirnya lahar dingin ketika gunung merapi erupsi. Karena hulu dari gunung merapi yang menjadikan aliran sungai yang sangat segar. Dari adanya lahar dingin yang mengalir di aliran sungai, alhasil bebatuan yang ada di Kali Kuning sangat terjal. Ketika anda sampai disana,Menoleh karah selatan tata kota Jogja akan terlihat bagaikan ceruk lembah yang sangat besar. Apabila anda menoleh ke arah utara, gagahnya gunung merapi di lontaran mata.

Jeep yang  anda tunggangi mesinnya akan meraung hebat karena memang hendak memutarkan roda untuk memecah air sungai dan bebatuan terjal hasil bentukan alam dari lahar dingin. Sehingga keseruan akan tercipta teriakan akan menemani keseruan kamu dikala raungan mesin jeep dibawah kendali sopir ahli yang akan melewai bebatuan sungai dan alam.

Bagaimana? Sungguh menarik memang untuk Historical Trip Merapi. Tidak hanya suka cita liburan yang kamu dapatkan, namun kamu belajar langsung dari peristiwa nyata yang terjadi. Min2us anjurkan untuk memakai mobil yang Min2us sediakan dan paket liburan yang Min2us sediakan agar liburanmu semakin terkesan dan wawasan bertambah.

See You

[TRIP]

Ingin Penawaran?