Bagi masyarakat tionghoa imlek merupakan hal yang menggembirakan. Pasalnya dalalm menyambut imlek, masyarakat tionghoa di beberapa daerah masih melangsungkan tradisi turun temurun dari nenek moyangnya. Tradisi yang masih dilangsungkan memiliki daya beli sehingga menarik para wisatawan domestik atau mancanegara datang kesana menikamati rangkaian adat yang dilangsungkan. Disini mari kita ulas. apa saja dan dimana saja Tradisi yang dilakukan oleh nenek moyang tersebut masih dilangsungkan:

  1. PERAYAAN TRADISI IMLEK CIAN CUI (SELATPANJANG, RIAU)

Selatpanjang, Riau mempunyai tradisi dalam memeriahkan tahun baru imlek yaitu dengan cian cui (perang air). festival perang air yang diselenggarakan mampu menyerap daya tarik wisatawan untuk ikut dalam perayaan. Tercatat dalam tahun 2018 festival perang air mampu mendatangkan 15 ribu wisatawan untuk mengikuti perayaan. Perayaan cian cui digelar setiap sore selama 6 hari.

Cian Cui dicetuskan bermula dari tradisi masyarakat Selatpanjang yang meluapkan kegembiraannya saat anggota keluarga berkumpul di hari-hari besar keagamaan dan melakukan perang air. namun, alih-alih begitu, sekarang menjadi event wisata unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Cian cui dilakasanakan di jalan protokol kota selatpanjang. Rute yang dilalui yaitu jalan Kartini, Imam Bonjol, Ahmad Yani dan Jalan Tebing tinggi. Disepanjang jalan tersebut nantinya akan berderet orang dikanan dan kiri jalan untuk memeriahkan pawai yang sedang berlangsung dengan menggunakan bentor. Semua yang ada dibentor maupun yang berdiri dibahu jalan akan sama membawa alat perang airnya sendiri. tidak mengenal usia, tua muda, laki-laki perempuan semua akan saling siram air dengan bersuka ria gembira. Setelah perayaan selesai, kawasan protokol selatpanjang seakan habis diguyur hujan yang sangat deras.

Tak jarang pula yang datang untuk mengabadikan momen seperti vidiografer atau wartawan pun ikut terserang dari peserta yang mengikuti perayaan ciancui dan akhirnya ikut dalam kemeriahan perayaan cian cui.

  1. PERAYAAN TRADISI IMLEK CAPGOMEH (SINGKAWANG)

“Cap Go” dalam dialek Hokkian artinya lima belas, sedangkan “Meh” artinya malam. Tradisi Cap Go Meh dilangsungkan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dengan julukan yang melekat yaitu kota seribu kelenteng dikarenakan di Kota Singkawang ada banyak klenteng yang tersebar dipenjuru kota. Kota Singkawang menjadi serangkaian wisata ketika selesai mengunjungi pontianak dikarenakan jarak yang tak terpaut jauh.

Perayaan cap go meh ditandai dengan kemeriahan dari Barongsai yang banyak dimainkan oleh banyak kawula muda dan juga lampion yang tak boleh ketinggalan sebagai penghias kota dikala malam hari. Barongsai dan lampion tersebut menjadi atribut wajib pada saat perayaan Cap Go Meh di kota Singkawang.

Menjadi ciri khas dari imlek di singkawang yaitu adanya tradisi makan mie panjang dengan panjang 2 meter. yang disajikan dalam bejana besar dan disiram kuah asin khas singkawang lalu dilakukan santap mie bersama keluarga. Hal tersebut sudah menjadi rutinitas dalam adat etnis tionghoa di Singkawang. saat memakan mie panjang tidak boleh putus, dikarenakan mie panjang tersebut melambangkan kelanggengan hidup atau panjang umur.

Hadirnya tatung yang melakukan atraksi dengan menusukkan jarum, memakan kaca, dan menggoreskan pisau di leher maupun lidahnya menjadikan perayaan Cap Go Meh dinanti-nanti. Atraksi yang dilakukan oleh tatung dilakukan sepanjang pawai Cap Go Meh. Namun, tak semua orang dapat melakukan atraksi seperti apa yang tatung lakukan. Pasalnya, tatung dipercaya pilihan dari dewa dan diwajibkan untuk berpuasa selama 3 hari.

  1. PERAYAAN TRADISI IMLEK GREBEK SUDIRO (SOLO)

Grebeg sudiro merupakan kegiatan yang diciptakan dari akulturasi budaya tionghoa dan jawa yang ada di Solo. Grebeg Sudiro melambangkan adanya nasionalisme dan pluralisme antar budaya. Pergelarannya dilakukan menjelang perayaan imlek yang digelar dikawasan pasar gede. Adanya pawai yang diselenggarakan membuat warga Solo berbondong untuk datang kekawasan dimana pergelaran akan dilaksanakan. Pasalnya nanti dalam pawai yang digelar banyak kesenian yang ditampilkan.

Tidak hanya itu, kawasan pasar gede juga dihiasi dengan lampion agar memberikan kesan imlek yang kental dan menambah estetika kawasan pasar gede terlebih pada saat malam hari.

Bagaimana? Menarik bukan? Jangan salah, Indonesia yang kaya akan budaya nenek moyang dan masih ada sampai sekarang malah menarik daya beli wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Travelers berminat untuk mengunjungi dari salah satu pergelaran untuk memperingati imlek disalah satu yang Min2us sebutkan. Untuk menikmati keseruan yang ada disana dan ikut langsung dalam kegiatan yang dilangsungkan.

Jaga ketertiban dimanapun ya! PAKET BEST OF TURKEY AND TULIP FESTIVAL

[TRIP] 

Ingin Penawaran?